Tampilkan postingan dengan label Cisco. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cisco. Tampilkan semua postingan

Frame relay

Tujuan Lab : - Frame Relay Membagi informasi menjadi frame atau paket
                      - Seluru lient yang ada di routing ,
                      - Accest List Standart agar mengeblock dari komputer 111.111.111.2 dan 111.111.111.4                          ,dan memperbolehkan lainnya
                      - Accest List Extended agar memblock akses web server dari komputer 122.122.122.3                            mengijinkan akses web server selain komputer tersebut

Seting DHCP di Router

Assalamualaikum.Wr.Wb
Disini ane share cara seting DHCP di router  cisco
Sebernye gampang  nyeting DHCP di router packet,tapi harus ada niat , semua pekerjaan harus pakek niat agar ilmunnya bisa meresap samper otak kita
Maaf ceramah dikit heheheh
                            Pertama ente buat topologi kayak punya ane di bawah


Packet cisco minimal versi 6.3



               Sebelumnya seting/ kasih ip di router



                                  Kedua ente seting bagian routernya dengan perintah :


1.       Buat pool
Router>enable
Router#config translite
Router(config)#ip dhcp pool nama_nya
Router(config)#ip dhcp pool contoh1
2.       Masukkan networknya
Contoh:#net 10.10.10.0 255.255.255.0
3.       Masukkan gateway
Default-router gate-way_nya
Contoh:#default_router 10.10.10.1
4.       Masukkan DNS
#dns-server servernaya
Contoh:#dns-server 10.10.10.1
                             Kemudian ente seting ip  addres client kemudian pilih  DHCP tunggu ampek ip nya terisi ,



dari pengerjaan di atas ane bisa mempermudah nyeting dhcp ,tidak harus pakek server
mungkin udah ane share moga bermanfaat tanks :)

sekian

 WassalamualaikumWr.Wb




VLAN(Virtual LAN)

Assalamu’alaikum..

            Pada pembahasan kali ini saya ingin membahas dari apa yang telah saya dapat dari Laboratorium Teknik Informatika Universitas Gunadarma, Cara Membuat Virtual Local Area Network (LAN) Sederhana Dengan 1 Router, 1 Switch, dan 6 PC Menggunakan Cisco Packet Traser. Oke langsung saja ya disimak :

1. Untuk membuatnya drag and drop apa yang di butuhkan di bawah kiri layar :

Untuk Router : pilih 2620XM
Untuk Switches : pilih 2950-24
Untuk And Device : pilih PC-PT


 lalu Susun semuanya hingga menjadi seperti gambar dibawah.


Lihat Gambar
2. Lalu sambungkan  ke masing-masing port menggunakan Connections : Copper Straight-Through

Lihat Gambar
4. Setelah itu klik Switch untuk atur CLI (untuk mengaktifkan Switch tersebut), dengan cara, klik pada Switch – pilih CLI, (dan aka nada tulisan yang ga jelas gitu), tekan “Enter” pada keyboard, dan ikuti kata dibawah yang di cetak tebal dan miring.

Switch>en
Switch#show vlan brief                      (untuk ngecek apakah pada PC 11 – 16 sudah dibuat Vlan atau belum, jika belum akan seperti dibawah :
VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Fa0/1, Fa0/2, Fa0/3, Fa0/4
                                                Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7, Fa0/8
                                                Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11, Fa0/12
                                                Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16
                                                Fa0/17, Fa0/18, Fa0/19, Fa0/20
                                                Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24
1002 fddi-default                     active   
1003 token-ring-default               active   
1004 fddinet-default                  active   
1005 trnet-default                    active   

Switch#configure terminal     (perintah pertama untuk mulai membuat vlan)
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Switch(config)#vlan 2                         (Nama Vlan yang nanti dibuat)
Switch(config-vlan)#name ruang_A
Switch(config-vlan)#int range fa0/2-fa0/3
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 2
Switch(config-if-range)#ex
Switch(config)#do show vlan brief

Dan lakukan lagi untuk membuat Vlan 3 dengan nama ruang_B

Switch(config)#vlan 3             (Nama Vlan yang nanti dibuat)
Switch(config-vlan)#name ruang_B
Switch(config-vlan)#int range fa0/4-fa0/5
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 3
Switch(config-if-range)#ex
Switch(config)#do show vlan brief

Dan lakukan lagi untuk membuat Vlan 4 dengan nama ruang_C
Switch(config)#vlan 4                         (Nama Vlan yang nanti dibuat)
Switch(config-vlan)#name ruang_C
Switch(config-vlan)#int range fa0/6-fa0/7
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 4
Switch(config-if-range)#ex
Switch(config)#do show vlan brief

Vlan nya akan terlihat aktif seperti dibawah :

Lihat Gambar
5. Coba kirimkan pesan antar PC atau selain seruangan, jika  gagal, karna routernya belum diatur di CLI dan Physical-nya.

Sekarang atur pada menu physical – pilih NM-2FE2W – (sebelumnya OFF kan terlebih dahulu power yang ada disebelah kanan) – lalu drag and drop interface card-nya ke atas yg masih kosong, seperti gambar dibawah :
Cara ini digunakan Untuk memberikan slot pada port yang masih kosong. Jangan lupa jika sudah menyetting ON kan kembali power nya.

Lihat Gambar
6. Setelah itu masuk pada menu config – pilih Fast Ethernet 0/0, 1/0, dan 1/1, lihat pada Port Status, port status harus “ON” pada masing-masing Fast Ethernet

7. Setelah itu pilih menu CLI, ketikkan :

Router>en
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#interface fa0/0.2
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 2
Router(config-subif)#ip address 192.168.60.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#ex

Router(config)#interface fa0/0.3
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.3, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.3, changed state to up
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 3
Router(config-subif)#ip address 192.168.70.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#ex

Router(config)#interface fa0/0.4
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 4
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.4, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.4, changed state to up
Router(config-subif)#ip address 192.168.80.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#ex
Router(config)#

Keterangan :

  1. Koding diatas Untuk IP Address alias di Router0, maksudnya adalah IP tersebut diambil dari gateway pada masing-masing ruangan.
  2. Perintah int fa0/0.2 merupakan perintah untuk membuat IP Address alias yang berhubungan dengan vlan 2 (ruang_A).
  3. Perintah int fa0/0.3 merupakan perintah untuk membuat IP Address alias yang berhubungan dengan vlan 3 (ruang_B).
  4. Perintah int fa0/0.4 merupakan perintah untuk membuat IP Address alias yang berhubungan dengan vlan 3 (ruang_C).
  5. Perintah encapsulation dot1q 2 merupakan perintah agar IP Address alias yang akan dibuat mampu berhubungan 1 ruangan, yaitu ruang_A
  6. Perintah encapsulation dot1q 3 merupakan perintah agar IP Address alias yang akan dibuat mampu berhubungan 1 ruangan, yaitu ruang_B
  7. Perintah encapsulation dot1q 4 merupakan perintah agar IP Address alias yang akan dibuat mampu berhubungan 1 ruangan, yaitu ruang_C
  8. Perintah ip address 192.168.60.1 255.255.255.0 merupakan perintah untuk menyetting IP Address pada ruang_A
  9. Perintah ip address 192.168.70.1 255.255.255.0 merupakan perintah untuk menyetting IP Address pada ruang_B
  10. Perintah ip address 192.168.80.1 255.255.255.0 merupakan perintah untuk menyetting IP Address pada ruang_C

            Jika sudah berhasil, kabel-kabelnya pun akan berwarna hijau, menandakan pada jaringan tersebut bias dikirimi pesan.


RIP, IGRP, OSPF, EIGRP, dan BGP

   
Istilah-istilah RIP, IGRP, OSPF, EIGRP, dan BGP pada topologi jaringan merupakan Routing yang digunakan untuk routing Dinamik. Dibawah ini juga dijelaskan tentang kekurangan dan kelebihannya dalam membuat routing dinamik:

Ø Routing Information Protocol (RIP)

Routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector, yaitu algortima Bellman-Ford. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1969 dan merupakan algoritma routing yang pertama pada ARPANET. Versi awal dari routing protokol ini dibuat oleh Xerox Parc’s PARC Universal Packet Internetworking dengan nama Gateway Internet Protocol. Kemudian diganti nama menjadi Router Information Protocol (RIP) yang merupakan bagian Xerox network Services.

contoh topologi jaringan RIP

RIP yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang menghitung jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang diperbolehkan adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with poison reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.
RIP memiliki 3 versi yaitu : PENGERTIAN RIP
RIPv1
RIPv2
RIPng
– Kelebihan
Menggunakan metode Triggered Update.
RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
– Kekurangan
Jumlah host Terbatas
RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada

Ø Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
     IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah hop maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU, delay dan load. IGRP adalah protocol routing yang menggunakan Autonomous System (AS) yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100.

– Kelebihan
        support = 255 hop count
– Kekurangan
        Jumlah Host terbatas

Ø Open Shortest Path First (OSPF)
     OSPF (Open Shortest Path First ) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP (interior gateway routing protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan. OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area.
OSPF memiliki 3 table di dalam router :
1.         Routing table
Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table yang berbeda-beda.
2.      Adjecency database
Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
3.      Topological database
Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.

-  Kelebihan
tidak menghasilkan routing loop
mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
-  Kekurangan
Membutuhkan basis data yang besar
Lebih rumit

Ø Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP)
     EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. Bgmn bila router cisco digunakan dengan router lain spt Juniper, Hwawei, dll menggunakan EIGRP??? Seperti saya bilang diatas, EIGRP hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan utk midsize dan large company. Karena banyak sekali fasilitas2 yang diberikan pada protocol ini.

-  Kelebihan
melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.
memerlukan lebih sedikit memori dan proses
memerlukan fitur loopavoidance
-  Kekurangan
Hanya untuk Router Cisco

Ø Border Gateway Protocol (BGP)

     Border Gateway Protocol (BGP) adalah sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP, dan ISP menggunakan BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS, maka protokol disebut sebagai Interior BGP (IBGP)
- Kelebihan
  Sangat sederhana dalam instalasi
-    Kekurangan
Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi.

    
Istilah-istilah RIP, IGRP, OSPF, EIGRP, dan BGP pada topologi jaringan merupakan Routing yang digunakan untuk routing Dinamik. Dibawah ini juga dijelaskan tentang kekurangan dan kelebihannya dalam membuat routing dinamik:

Ø Routing Information Protocol (RIP)

Routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector, yaitu algortima Bellman-Ford. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1969 dan merupakan algoritma routing yang pertama pada ARPANET. Versi awal dari routing protokol ini dibuat oleh Xerox Parc’s PARC Universal Packet Internetworking dengan nama Gateway Internet Protocol. Kemudian diganti nama menjadi Router Information Protocol (RIP) yang merupakan bagian Xerox network Services.

contoh topologi jaringan RIP

RIP yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang menghitung jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang diperbolehkan adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with poison reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.
RIP memiliki 3 versi yaitu : PENGERTIAN RIP
RIPv1
RIPv2
RIPng
– Kelebihan
Menggunakan metode Triggered Update.
RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
– Kekurangan
Jumlah host Terbatas
RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada

Ø Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
     IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah hop maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU, delay dan load. IGRP adalah protocol routing yang menggunakan Autonomous System (AS) yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100.

– Kelebihan
        support = 255 hop count
– Kekurangan
        Jumlah Host terbatas

Ø Open Shortest Path First (OSPF)
     OSPF (Open Shortest Path First ) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP (interior gateway routing protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan. OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area.
OSPF memiliki 3 table di dalam router :
1.         Routing table
Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table yang berbeda-beda.
2.      Adjecency database
Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
3.      Topological database
Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.

-  Kelebihan
tidak menghasilkan routing loop
mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
-  Kekurangan
Membutuhkan basis data yang besar
Lebih rumit

Ø Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP)
     EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. Bgmn bila router cisco digunakan dengan router lain spt Juniper, Hwawei, dll menggunakan EIGRP??? Seperti saya bilang diatas, EIGRP hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan utk midsize dan large company. Karena banyak sekali fasilitas2 yang diberikan pada protocol ini.

-  Kelebihan
melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.
memerlukan lebih sedikit memori dan proses
memerlukan fitur loopavoidance
-  Kekurangan
Hanya untuk Router Cisco

Ø Border Gateway Protocol (BGP)

     Border Gateway Protocol (BGP) adalah sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP, dan ISP menggunakan BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS, maka protokol disebut sebagai Interior BGP (IBGP)
- Kelebihan
  Sangat sederhana dalam instalasi
-    Kekurangan
Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi.